BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dua bangunan sekolah Dasar (SD) 1 Basarang memprihatinkan. Dua lokal kelas itu tidak bisa difungsikan, karena kondisi bangunan mulai lapuk dan ambruk. Pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas diminta segera menangani masalah tersebut.
"Miris melihat kondisi bangunan yang sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar setiap hari. Saya meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait, segera melakukan inventarisasi untuk rehab bangunan sekolah tersebut. Ini aspirasi warga setempat serta tugas kami untuk serap dari guru," kata anggota DPRD Kapuas, Fajiannor dari Daerah Pemilihan III, di Kuala Kapuas, Kamis (19/1/2017).
Dilihat dari kondisi bangunan sekolah, kata wakil rakyat dari Dapil III ini, memang sangat memprihatinkan. Pasalnya, dua bangunan dengan kondisi seperti itu, akan membahayakan bagi siswa. Ada tiga ruangan, untuk kelas 4 dan 5 memang sudah tidak bisa digunakan lagi, tetapi untuk kelas 6 masih ada satu ruangan, namun perlu perhatian.
"Kalau dilihat ada dua bangunan yang memerlukan perhatian dari Pemkab Kapuas, agar direnovasi berat. Akibatnya aktivitas belajar mengajar sedikit terganggu dengan adanya keterbatasan ruangan kelas dan semoga dilengkapi dengan meubeler lain," ungkapnya.
Ia berharap pada tahun anggaran 2017 ada perhatian Pemkab Kapuas melalui Dinas Pendidikan memperhatikan skala prioritas dalam memberi bantuan untuk renovasi berat SD 1 Basarang dengan jumlah siswa 107 orang.
"Untuk memperlancar proses belajar mengajar, pihak sekolah terpaksa menyekat 1 ruangan menjadi 2 kelas, agar siswa tetap belajar," kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu. (DJIMMY NAPOLEON/N).








