BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbagai pengalaman, baik suka, duka, maupun lucu, pernah dialami anggota Tim Respon Cepat Penyakit Menular Hewan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), selama melaksanakan tugas di lapangan.

Kepada Borneonews Kamis (19/1/2017), empat dari delapan orang anggota tim tersebut bersedia menceritakan pengalaman mereka.

Mereka adalah Sutaryo (52 tahun), Supriyitno (49), drh Hermantasana (54), dan Haryo Prabowo (46). Mereka merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Disnakkeswan Kabupaten Kobar.

Hermantasana menceritakan awal dibentuknya tim ini. "Tim Respon Cepat Penyakit Menular Hewan ini dibentuk sekitar tahun 1999. Saat itu saya bertindak sebagai koordinator tim. Awalnya hanya beranggotakan empat orang," ujar Hermantasana.

Karena jumlah anggota yang minim, mereka sering kelimpungan saat ada kasus penyakit menular hewan terjadi di beberapa tempat dalam waktu bersamaan.

"Tugas kami beragam. Dari memberi vaksinasi hewan, mengeleminasi hewan yang terkena penyakit berbahaya, hingga melakukan bedah sampel otak hewan dan cairan dari tubuh hewan berpenyakit tersebut," ujar Herman. (WAHYU KRIDA/B-3)