BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) HM Taufiq Mukri menegaskan, kepala sekolah dan guru agar tidak melakukan pungutan liar (pungli). Hal ini terkait program pemerintah yang tengah genjar memberantas pungli, terlebih di dunia pendidikan. Walaupun begitu ia mengajak agar pengajar tetap berinovasi dalam memberikan pendidikan kepada para siswanya.

"Saya ingin menyatukan persepsi terhadap rekan-rekan guru. Pungli itu pungutan liar, liar artinya tidak ada aturanya. Bisa dikatakan pungli jika tidak ada keputusan bersama (orang tua), dan melakukan pungutan tanpa sepengetahuan pemerintah, kepala sekolah dan kepala Disdik," kata dia di sela seminar guru di Sampit, Kamis (19/1/2017).

Lanjut Taufiq, jika benar ada oknum yang melakukan pungli pihaknya tidak segan akan menindak tegas. Dia minta kepala sekolah dan guru yang selama ini melakukan hal yang tidak baik, apalagi pungli, agar berhenti melakukan perbuatan yang dapat merusak wibawa pahlawan tanpa tanda jasa itu.

"Jadi berhentilah melakukan hal-hal yang selama ini mungkin keliru dan diharapkan agar tidak ada lagi. Jangan sampai melakukan tindakan pungli," pungkasnya. (R NAFARIN/B-5)