BORNEONEWS, Sampit - Di musim buah ini, tak sedikit pedagang kaki lima menjajakan dagangannya di pinggir jalan seperti di Jalan Usman Harun dan S Parman serta di ruas Jalan Pelita, Kota Sampit, Kotawaringun Timur, Kalimantan Tengah.
Salah seorang pedagang buah, Mudin yang ditemui Borneonews mengatakan, untuk berjualan di pinggir jalan waktunya pun tidak menentu. Sehingga tak sedikit buah-buahan yang dimilikinya harus terjual habis, kecuali buah yang kondisinya sudah busuk.
Dia mengungkapkan, buah-buahan yang dijualnya didatangkan dari Kabupaten Kotawaringin barat, hampir berbatasan dengan Kalimantan Barat. Untuk harga buah jenis durian dijual dari harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan ada pula buah yang dijual dengan harga Rp 15 ribu.
"Musim buah ini kan tidak menentu. Kalau sekarang memang lagi musimnya lumayan banyak yang dijual. Untuk musimnya bisa sampai tiga bulan sekali," ujar Mudin, di Sampit, Jumat (20/1/2017).
Dia mengaku, untuk menjual buah-buahan dagangannya biasanya dilakukan di atas trotoar jalan. Meskipun dirinya mengetahui, berjualan di atas trotoar jalan mendapat larangan tegas dari Pemerintah Kotawaringin Timur. Namun saat mendapat penindakan tegas, dirinya pun mengaku, hanya itu yang menjadi mata pencahariannya yang musiman.
"Kalau ada penertiban dari Satpol PP, kan bisa bilang cuma ini pencarian kami," tutupnya. (RIAN NAFARIN/N).








