BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun kualitas lensa kit kelas pemula yang rendah, namun tetap bisa digunakan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Guna mendapatkan hasil yang tajam, biasanya sebuah objek dipotret dengan satu atau dua stop lebih tinggi dari maksimum bukaan lensa (diafragma) yang ada.

Contohnya, bila ada lensa yang bukaan maksimumnya f/3.5 atau 5.6, maka settinglah lah mengunakan f/5.6 untuk zoom lebar (di sekitar 18-24mm) dan antara f/8-f/11 untuk zoom sekitar 50-55mm.

Biasanya, dengan bukaan satu atau dua stop lebih tinggi, maka hasil yang didapat jauh lebih tajam. Prinsip ini juga berlaku untuk2 lensa kualitas menengah.

Selain itu, diusahakan untuk tidak mengunakan focal length atau jangkauan fokal lensa di ekstrim ujung wide atau tele. maksudnya adalah, hindari pemakaian 18mm atau 55mm kecuali terpaksa. Sebaiknya mengunakan diantaranya, biasanya hasilnya lebih tajam, misalnya antara 24-40mm. (WAHYU KRIDA/B-5)