BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Pembuang memperingatkan para nahkoda kapal agar waspada terhadap ancaman hembusan angin barat daya yang datang secara tiba-tiba.

"Meski berdasarkan data prakiraan cuaca Badan Meteriologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Maritim ketinggian gelombang maksimum di perairan laut Jawa mencapai 2 meter dan pada daerah pantai maksimum 1,5 meter, hal itu belum dapat dijadikan acuan, karena terkadang angin barat daya bisa muncul secara tiba-tiba," kata Plh Bagian Kelaikan Kapal KSOP Kuala Pembuang, Abdullah di Kuala Pembuang, Sabtu (21/1/2017).

Menurutnya, pada awal-awal tahun seperti Januari ini, cuaca bisa berubah-ubah. Semisal, tadi pagi masih normal atau ombaknya masih kecil, bisa jadi siang hingga sore harinya berubah mendadak dengan datangnya angin barat daya itu.

Angin barat daya ini jelasnya, datang secara tiba-tiba dan tanpa disadari angin bertiup kencang, serta awan akan menjadi hitam sehingga ombak pun menjadi besar. Apabila, kapal yang berangkat dan berada di tengah laut tidak sempat menghindar, maka akan dapat membahayakan kapal beserta awak kapalnya.

"Dulu sebelum adanya prakiraan cuaca dari BMKG Maritim ini, sering ada kapal yang tenggelam dihantam angin barat daya saat menyeberangi laut Jawa," ungkapnya.

Namun lanjutnya, semenjak adanya prakiraan cuaca BMKG Maritim ini, para nahkoda kapal yang hendak berangkat keluar Kuala Pembuang, sebelumnya meminta informasi keadaan ombak dan angin di perairan laut Jawa. Sehingga, dengan adanya informasi ini, mereka dapat memperkirakan keamanannya dalam perjalanan melalui laut Jawa. (PARNEN/B-2)