"Ancaman radikalisme dan intoleransi ini kian merebak, nyata dan bahkan tengah menjadi isu nasional. Hal ini harus kita waspadai dan sama-sama kita tangkal," ajak Siboro, saat gelaran Coffee Morning, dengan mengundang lintas tokoh yang ada di Lamandau, bertempat di Joglo Mapolres setempat, Sabtu (21/1/2017).
Siboro juga menyebut, ancaman radikalisme dan intoleransi sejatinya tidak terbatas pada pesoalan siapa dan apa latarbelakangnya. "Jika tida sama-sama ditangkal dan dicegah, tentu hal tersebut akan sangat mengganggu stabilitas keamanan," katanya.
Selebihnya, pamen yang pernah menjadi penyidik bareskrim Mabes Polri tersebut, mengaku sangat bersyukur jika Lamandau sejauh ini cenderung adem ayem, tidak terprovokasi dan tidak terimplikasi persoalan hiruk pikuknya ibukota yang akhir-akhir ini dirasa cukup mengganggu.
Kondusivitas tersebut, kata dia, sangat perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan, demi menjaga ancaman yang bisa saja datang dalam bentuk apapun.
"Kita jangan sampai lengah, mari terus saling bahu membahu menjaga dan meningkatkan suasana yang penuh damai ini, karena peran kepolisian bukan segala-segalanya tanpa ada kerjasama yang baik dengan segenap komponen masyarakat," serunya. (HENDI NURFALAH/B-2)








