BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Cerita lain diungkapkan Christian Ribut salah satu penggemar kegiatan outdoor dan fotografi di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) tentang hammock atau tempat tidur gantung.
Menurutnya ada pengalaman lucu yang berhubungan dengan hammock saat ia bertualang sambil berburu foto.
"Bila diingat kok ya ngenes, tapi lucu. Kejadiannya sekitar tahun 2014. Karena semalam suntuk saya dan dua orang teman terjebak dan tersesat di rawa-rawa sekitar Desa Sungai Bedaun, Kumai Seberang," ujarnya Minggu (22/1/2017).
Ia menceritakan saat hari sudah menjelang sore, hujan turun dengan deras.
"Setelah mengamankan kamera, kami kemudian mencari pohon untuk bertahan. Karena tidak mungkin kami tidur diatas permukaan tanah dikawasan rawa. Jadi hammock tersebut digantung diatas pohon. Yah mirip-mirip tarzan lah," ujarnya sambil tertawa.
Tetapi, lanjutnya, ada seorang rekannya yang sejak awal sudah putus asa menghadapi kondisi tersebut. Karena permukaan air rawa mulai meninggi.
"Saya dan seorang rekan lagi sudah berada di hammock masing-masing dan tergantung diatas pohon. Nah ada seorang teman lagi yang takut tidur diatas pohon menggunakan hammock. Semalam suntuk sambil duduk diatas dahan pohon ia hanya mengeluh dan merengek . Keruan semalaman suntuk ia jadi sasaran omelan kami berdua," ujarnya sambil tertawa ngakak.
Tetapi, menurutnya, saat itulah ia baru merasakan manfaat maksimal dari hammock.
"Bayangkan saja bila kami tidak membawa tempat tidur gantung ini. Pastinya kami tidak bisa beristirahat memulihkan tenaga, lantaran terpaksa duduk di dahan pohon," ujarnya.(WAHYU KRIDA/B-5)








