BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski sudah mempunyai tenaga pembimbing yang berpengalaman dan sudah bersertifikasi dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), dalam perjalanannya Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Baru Mandiri, Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), bukan tanpa kendala.
Apalagi lahan yang dimiliki oleh P4S Karya Baru Mandiri seluas hampir 15 hektare, sehingga untuk pengolahan lahan seluas itu membutuhkan alat mesin pertanian yang memadai.
"Kita sangat membutuhkan alat pengolahan lahan seperti bajak roda empat," kata Ketua P4S Karya Baru Mandiri, Syarian, Minggu (22/1/2017).
Selain kendala Alat Mesin Pertanian (Alsintan) P4S Karya Baru Mandiri juga mengalami kendala untuk mempersiapkan asrama bagi peserta pelatihan, tempat sholat dan laboratorium pemeriksaan Hama.
Menurutnya dengan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana di P4S Karya Baru Mandiri kiranya tidak terlalu berlebihan kalau pihaknya berharap uluran tangan pemerintah, swasta atau siapa saja yang perduli tentang kemajuan pertanian.
Ia mengungkapkan saat ini P4S Karya Baru Mandiri bukan hanya menjadi tujuan pelatihan dari Kabupaten tetangga tetapi juga propinsi tetangga, di bulan juli nanti ada 5 SMK yang sudah berkoordinasi dan menjalin kemitraan dengan P4S Karya Baru Mandiri.
"Diperkirakan mereka akan mengirimkan Siswanya untuk melaksanakan Prakerin, sehingga kita membutuhkan asrama bagi mereka serta peralatan lainnya," ujar syarian. (KOKO SULISTYO/B-8)








