BORNEONEWS, Buntok - Kehidupan Ais (9 tahun), gadis kecil penjual sulur keladi, teryata setali tiga uang dengan rekannya Nina (9 tahun).
Saat borneonews.co.id menyambangi rumah Ais, kondisinya tidak kalah mengharukan dengan tempat tinggal Nina. Rumah Ais dan keluarganya terbuat dari papan bekas dan triplek. Hanya rumah Ais lebih memanjang ke samping.
Ais anak pertama dari pasangan Suganda (38 tahun) dan Novi (26 tahun). Novi ibunya Ais, menceritakan bahwa seperti inilah kondisi rumah tempat dirinya bersama keluarga bernaung.
Selain sekolah, lanjut dia, anaknya itu memilih bekerja mencari sulur keladi untuk dijual. Setelah pulang mencari sulur, Ais tidak lantas beristirahat. Kadang ia membantu nyuci piring dan menjaga adiknya.
"Meski kita ingatkan beristirahat namun dia tetap ngotot membantu bekerja," tutur Novi.
Novi sendiri mengaku tidak memiliki pekerjaan, kecuali diminta untuk mencuci pakain dan sebagainya dari warga sekitar. Sedangkan suaminya, entah berada di mana? Sejak satu tahun tidak ada kabar beritanya. (URIUTU DJAPER/B-3)








