BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah berupaya menjaga pasar minyak sawit di empat negara tujuan ekspor, yakni India, Tiongkok, Belanda, dan Pakistan.

Caranya dengan melakukan promosi, misi dagang, dan kerja sama teknis guna menghilangkan kendala perdagangan di keempat negara tersebut.

"Ekspor minyak sawit nasional tahun ini harus tumbuh 8% hingga 9%, pada angka moderat ekspor diproyeksikan tumbuh 8,5%. Sasaran itu ditopang oleh empat negara besar, yakni India, Tiongkok, Belanda, dan Pakistan," kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Bayu Krisnamurthi, kepada pers di Jakarta, akhir pekan ini.

Hingga akhir tahun ini, menurut Bayu, ekspor ke negara-negara tersebut tetap meningkat dan menjadi penopang sasaran pertumbuhan ekspor minyak sawit nasional.

"Dari negara-negara itu, kita berpeluang meningkatkan ekspor, karenanya pasar di empat negara itu harus dijaga terus, seperti melalui promosi dan misi dagang," papar dia.

Di sisi lain, lanjut Bayu, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap Spanyol, Italia, dan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, ekspor ke negara-negara tersebut menunjukkan tren pertumbuhan signifikan seiring naiknya konsumsi biodiesel di negara-negara tersebut.

"Pada tahun lalu ekspor minyak sawit Indonesia ke AS tercatat 1,2 juta ton, sedangkan ekspor ke Spanyol dan Italia secara total melampaui 2 juta ton. Pasar di negara-negara ini sangat penting dan menjadi perhatian khusus pemerintah," ujarnya.

Bayu menambahkan, selisih harga biodiesel dengan minyak fosil saat ini berkisar setara Rp4.500 per liter. Selisih itu sangat memberatkan, sehingga membutuhan penopang harga, yakni subsidi negara. (NEDELYA RAMADHANI/m)