BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Program kegiatan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) pihak perkebunan sawit di Seruyan, masih banyak yang tumpang tindih dengan kegiatan program pemerintah daerah.

"Sampai sekarang antara program pemkab dengan perusahaan yang dilaksanakan di lapangan masih banyak yang tumpang tindih pada satu lokasi sasaran (tempat) yang sama," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Seruyan, Wiktor T Nyarang, kepada Borneonews, di Kuala Pembuang, Senin (23/1/2017).

Salah satu faktor penyebab tumpang tindih kegiatan dua belah pihak ini, lantaran program CSR perusahaan yang dilaksanakan perusahaan kurang dikomunikasikan dengan pemerintah daerah. Artinya kata Wiktor, mereka itu (perusahaan) jalan sendiri. Padahal menyangkut rencana pelaksanaan program CSR itu harus dikomunikasikan dengan pemkab.

"Tujuannya, menghindari tumpang tindih kegiatan. Sehingga anggaran daerah bisa dialihkan untuk pelaksanaan kegiatan atau program lain di masyarakat, terutama bagi warga di sekitar perusahaan," ungkapnya. (PARNEN/N).