BORNEONEWS, Palangka Raya - Sauriyati (50 tahun), istri korban mengaku ada firasat aneh sebelum suaminya, Mangatas Tambunan (58), ditemukan meninggal dunia, di dalam kamar Toko Borneo Marmur plus Praktik Bidan Sauriyati, Jalan G Obos XII, Palangka Raya, Senin (23/1/2017) sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurutnya, semasa hidup, Mangatas hampir tidak pernah mencuci motor. Namun pada Sabtu (21/1/2017), sang suami justru mencuci motor. Tidak hanya itu, Mangatas juga datang ke tukang cukur rambut untuk memotong rambutnya. Alasannya karena pada Minggu (22/1/2017) hendak beribadah ke gereja.
"Sebelumnya tidak pernah mencuci motor. Tapi ini timbul dicucinya. Biasanya tidak pernah dicuci. Paling setahun sekali. Kemudian juga pergi ke tukang cukup untuk memotong rambut. Katanya besok mau ke gereja," ucap Sauriyati dengan nada sedih di depan ruang jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin sore.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut Kompol Ani Maryani, mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia korban diduga sempat cekcok bersama istrinya, Sauriyati pada Minggu (22/1/2017) malam.
"Tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB, menerima laporan dari masyarakat bahwa di situ ada keributan. Sekitar pukul 22.00, anggota Bhabinkamtibas mendatangi lokasi. Namun sudah tidak ada respons," ucap Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Ipda Jaka Waluya.
Sejak saat itu, Sauriyati tidak di rumah. Begitu pulang pada Senin sekitar pukul 15.00, kamar tempat korban tidur sudah terkunci. Sang istri lalu mengetok pintu namun tidak dibuka. Selanjutnya, istri korban melihat dari celah jendela dan terlihat kaki sang suami sudah pucat.
Kemudian setelah aparat kepolisian berdatangan dibantu seorang tukang bangunan, pintu ruko pun didobrak. Saat itulah diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia. Tak pelak istri korban langsung tidak kuasa menahan tangis.
Walaupun diduga sempat terjadi cek-cok, Kapolsek memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Intinya karena sakit," ucap Kapolsek. (BUDI YULIANTO/B-3)








