BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bukan hanya pernak pernik dan panganan khas Imlek saja yang mengalami lonjakan pembelian jelang tahun baru warga tionghoa.
Peralatan sembahyang yang terdiri dari kertas emas dan perak juga lebih banyak dibeli warga Tionghoa Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Menurut Margareta Tutu Angin atau Bong Lie Fung pemilik toko Aneka Buah Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Mendawai, peralatan sembahyang umat Kong Hu Cu tersebut memang setiap saat tersedia di tokonya.
"Untuk hari biasa dalam sehari yang laku sekitar tiga sampai empat pak kertas emas dan hio atau dupa. Tetapi menjelang Imlek peningkatan bisa mencapai lebih dari 100 persen per hari. Karena biasanya untuk 1 orang saja ada yang beli hingga 5 pak," ujarnya.
Menurutnya kertas emas dan perak tersebut dijualnya per pak atau satu ikat seharga Rp55 ribu.
"Sedangkan harga hio beragam tergantung ukuran. Kisaran harganya antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)








