BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk menyerap anggaran provinsi dan pusat, Pemkab Kobar memasang strategi pembangunan berkelanjutan. Artinya, pembangunan yang membutuhkan gelontoran dana besar.

"Seperti jalan Pangkalan Bun Kolam, atau jalan Ringroad, atau proyek pembangunan lainnya yang membutuhkan dana besar. Kita awali terlebih dahulu untuk menyerap anggaran pusat," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, Juni Gultom, Selasa (24/1/2017).

Seperti pembangunan jalan Pangkalan Bun - Kolam, setelah menyedot dana APBD Kobar, kini provinsi pun mulai memperhatikan pembangunan tersebut.

"Rencananya multiyears dari provinsi senilai Rp590 miliar akan digelontorkan untuk pembangunan jalan Kolam," ujar Juni.

Saat ini, untuk pembangunan jalan penghubung kecamatan dan antar Kabupaten itu telah menelan anggaran setidaknya Rp300 miliar lebih.

"Totalnya kurang lebih sudah menghabiskan Rp300 miliar untuk pengaspalan 14 kilometer termasuk pembangunan jembatan layangnya," jelas Juni.

Strategi pembangunan secara bertahap itu sengaja dilakukan pemerintah agar dana pusat bisa dianggarkan ke daerah untuk pembangunan.

"Harus berterimakasih kepada pimpinan terdahulu. 13 tahun lalu proyek itu kurang menarik masyarakat, tapi sekarang kami kewalahan melayani masyarakat. Dan provinsi juga akan membantu peningkatan jalan, ke APBN pusat juga sudah kami usulkan," kata dia. (CECEL HERDI/B-2)