BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rungun merupakan desa tertua di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat. Namun, infrastruktur jalan di desa ini belum ada yang beraspal.
Kondisi tersebut tampak mulai dari jalan negara atau gerbang pintu masuk Danau Gatal menuju ke Rungun. Jalanan yang dilalui sulit ditempuh karena sebagaian besar berlapis pasir padat.
Kepala Desa (Kades) Rungun, Gusti Mawardi mengatakan, akses yang sulit menuju Desa Rungun, membuat warganya merasa terisolasi. Warga Rungun tergolong tidak intens berinteraksi dengan dunia luar.
"Dengan kondisi jalan seperti ini membuat warga Rungun jarang keluar melalui jalan darat. Mereka lebih banyak menggunakan transportasi sungai jika ingin ke kota, " ungkap Mawardi kepada Borneonews (24/01/2017).
Ia menjelaskan, perjalanan dari jalan poros menuju desanya, menghabiskan waktu hampir satu jam. Padahal, jaraknya tidak terlalu jauh, hanya 15 kilometer. "Apalagi kalau sudah musim hujan, lebih susah lagi dilewati karena becek dan berlumpur," beber Mawardi.
Ia berharap pemerintah segera membangun jalan aspal menuju Rungun. "Di luar sana sudah bicara teknologi. Kami di sini masih berkutat dengan jalan yang masih tanah dan pasir. Gimana kami bisa mengikuti perkembangan zaman," ujarnya. (M IWANUDDIN/B-10)
Tanpa Jalan Aspal, Desa Rungun Merasa Terisolasi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







