BORNEONEWS, Palangka Raya — Berapa data riil tenaga honorer yang dibutuhkan Pemprov Kalteng sampai saat ini belum disepakati. Beberapa pihak berkepentingan terhadap hal ini, masih berputaar dengan masalah pemetaan kebutuhan yang belum ada kesimpulan berapa angka pastinya.
Seperti diungkapkan Penjabat Sekda Kalteng Sahrin Daulay. "Itu ada analisisnya, kita lihat dulu dan kita kordinasi terus dengan badan kepegawaian daerah (BKD). Kalau yang diperlukan, bisa kita lihat di papan pengumuman itu berapa," ungkapnya, Selasa (24/1/2017).
Ditanya apakah penggajian tenaga kontrak sudah dianggarkan? Justru Sahrin mengatakan sudah.Hanya saja ia kembali mengatakan belum ada angka pasti berapa tenaga kontak yang diperlukan dengan alasan masih dilakukan pemetaan.
"Kalau sudah diterima nantinya dan sesuai kebutuhan, berarti itulah yang sudah ada anggaran," tuturnya. Sementara itu, hampir senada Kepala BKD Kalteng Saidina Aliansyah mengatakan pihaknya juga belum diberikan bocoran mengenai berapa finalnya yang akan diambil Pemprov dari peserta yang lulus seleksi administrasi itu nantinya.
"Nanti kita menunggu arahan dari pimpinan. Itu nanti selain pemetaan kebutuhan tiap dinas, juga melihat kemampuan anggaran di APBD. Jadi melihatnya dari berbagai aspek. Ini terus berproses," terangnya. Sementara itu diketahui, ada jumlah 1.846 orang tenaga kontrak yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan diumumkan di BKD Kalteng, Selasa (24/1/2017). (ROZIKIN/B-6)








