BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menguatnya harga minyak nabati di AS dan Tiongkok, Selasa (25/1/2017), telah mendongkrak harga minyak sawit dengan penguatan cukup signifikan. Tapi kenapa harga komoditas di India justru melemah?
Futures biji kedelai di pasar komoditas India ditutup melemah setelah para pelaku pasar melakukan aksi jual untuk merealisasikan laba (profit taking), kata pelaku pasar yang dikutip Investing.
Futures kedelai untuk kontrak Februari, NSBG7, yang sempat menembus level tertinggi bulanan 3.156 rupee pada pekan lalu di National Commodity & Derivatives Exchange Ltd (NCDEX), berakhir turun 0,3 persen menjadi 3.090 rupee ($45,36) per 100 kg.
Sedangkan futures jagung kontrak Februari, NMZFG7, yang telah melonjak lebih dari 3,6 persen tahun ini, bergerak mendatar di level 1.481 rupee.
Untuk gandum kontrak Februari, NWTG7, berakhir menguat 0,5 persen menjadi 1.861 rupee per 100 kg, dan minyak kedelai kontrak Februari, NSOG7, naik tipis di level 718,70 rupee, hingga pukul 11.50 GMT.
Beralih ke minyak kanola kontrak Februari, NRSJ7, ditutup menguat 0,3 persen menjadi 3.931 rupee per 100 kg. Kemudian gula kontrak Februari, NSMH7, naik 0,8 persen di level 3.859 rupee. (NEDELYA RAMADHANI/m)








