BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para pelaku pasar pada perdagangan Rabu ini (25/1/2017) akan dihadapkan pada beberapa faktor fundamental yang kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit.

Ada sentimen positif dari penguatan harga minyak sawit dengan kenaikan cukup signifikan, Selasa (24/1/2017), yang sekaligus mengakhiri rentetan pelemahan dalam empat sesi perdagangan sebelumnya.

Rebound harga minyak sawit ditopang oleh menguatnya harga minyak nabati pesaing minyak sawit di Dalian Commodity Exchange, Tiongkok, dan juga didukung oleh ekspektasi rendahnya produksi pada Januari.

Futures minyak sawit untuk kontrak April, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melesat 1,7 persen dan ditutup di level 3.149 ringgit ($710) per ton.

Kemudian faktor berikutnya yang dapat mempengaruhi pergerakan harga minyak sawit dan komoditas pangan lain adalah merosotnya harga jagung di AS hampir 2 persen akibat aksi profit taking dan juga akibat ketidakpastian mengenai bagaimana kebijakan dagang AS akan mempengaruhi ekspor biji-bijian negeri itu, kata analis yang dikutip Investing.

Untuk faktor fundamental lainnya adalah menguatnya harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah ditutup menguat, Selasa (24/1), setelah pelaku pasar memfaktorkan proyeksi produksi minyak global.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak Maret naik 43 sen, atau 0,8%, menjadi $53,18 per barrel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan minyak mentah Brent untuk kontrak Maret menguat 21 sen, atau 0,4%, menjadi $55,44 per barrel. (NEDELYA RAMADHANI/m)