BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Herfinta Farm & Plantation, Envitec Biogas AG dan Calfield Sdn Bhd telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk membangun pembangkit listrik tenaga biogas berkapasitas 4 megawatt di Sumatera Utara.

Dalam pernyataan bersama, yang dilansir Bernama, Selasa (24/1/2017), ketiga perusahaan itu mengatakan kesepakatan itu ditandatangani di Berlin, Jerman, dan perusahaan patungan bernama PT Power Energi Nusantara Indonesia akan membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik biogas tersebut.

Duta Besar Malaysia untuk Jerman, Datuk Zulkifli Adnan, mengatakan kerjasama itu akan membuka kesempatan di antara negara-negara di kawasan Asean.

“Ini adalah satu cara memanfaatkan teknologi Jerman dan akan menjadi jalan menuju alih teknologi kepada pihak Indonesia dan Malaysia,” katanya.

PT Power Energi Nusantara Indonesia baru saja mendapatkan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melaksanakan kesepakatan itu untuk masuk ke sektor biogas dengan investasi awal senilai Rp199 miliar (RM66,3 juta).

Direktur Power Energi Nusantara, Debby Fientya Ludiyantie Pane, menyebutkan perjanjian itu adalah kesempatan bagi sektor sawit untuk melakukan diversifikasi bisnis.

“Ini juga akan membuat industri sawit menjadi lebih 'hijau' karena mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghasilkan energi terbarukan. Selain itu, perusahaan ini akan menjadi produsen energi dan bukan lagi konsumen,” ucapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)