BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meskipun semua negara anggota Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) hampir dipastikan kecewa dengan keputusan Amerika Serikat menarik diri dari kerjasama itu, tapi diyakini masih ada prospek bagi kerjasama di antara 11 negara anggota yang tersisa.

Setidaknya itu harapan yang diungkapkan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong. Seperti dilansir The Sun Daily, Mah mengatakan pemerintah Malaysia saat ini tengah mengkaji semua opsi yang ada, termasuk menjalin perjanjian perdagangan bebas (FTA) bilateral.

Selain itu, kata Mah, Malaysia tidak hanya akan mengeksplorasi FTA bilateral di antara negara yang terlibat dalam TPP, tapi juga akan memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara lain.

"Kami telah bernegosiasi selama bertahun-tahun untuk TPP dan berharap Presiden Trump akan mempertimbangkan kembali keputusannya. Tapi jika tidak mungkin, kami akan mengeksplorasi pasar lain. Mungkin 11 negara yang tersisa dapat melanjutkan kerjasama TPP. Kami akan terus mencari segala opsi," ujar Mah kepada wartawan dalam acara the 19th Malaysia Strategic Outlook Conference 2017 di Kuala Lumpur, Rabu (25/1/2017).

Ia juga mengungkapkan bahwa mundurnya AS dari TPP sangat mengecewakan, karena Malaysia sudah mematok target untuk memacu kinerja ekspor minyak sawit hingga mencapai RM20 miliar (Rp6 triliun) hingga 2021 melalui TPP, dari saat ini senilai RM12 miliar.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani keputusan untuk menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Langkah AS itu jelas menjadi pukulan telak bagi para mitra AS di Asia selama ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)