BORNEONEWS, Sampit - Kebersihan dan kesehatan lingkungan menurun akibat kebiasaan warga membuang sampah sembarangan, membuang limbah perkantoran dan usaha tidak pada tempatnya, dan sebagainya. Hal ini berdampak pada kualitas lingkungan hidup dalam jangka panjang.

"Kebiasaan tersebut harus diminimalisasi. Instansi terkait perlu mencari cara untuk menumbuhkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar terhindar dari penyebaran penyakit maupun banjir misalnya," kata Anggota Komisi III DPRD Kotim Rudianur, Rabu (25/1/2017).

Menurutnya, tindakan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan, tidak pada tempat yang disediakan, termasuk membuangnya ke saluran-saluran drainase, akan membuat lingkungan kotor, dan drainase tersumbat. Saat musim penghujan air yang tergenang menjadi tersumbat.

"Perilaku seperti itu yang masih jauh dari sikap sadar kebersihan. Dengan seenaknya membuang sampah di jalanan," cetus dia.

Padahal perilaku seperti itu, lanjut dia, sudah melanggar hak warga lain untuk menikmati lingkungan yang bersih dan tidak terganggu dengan sampah yang berserakan.

"Nanti kalau sudah terjadi penyebaran penyakit atau genangan air saat musim penghujan, baru kesadaran mulai muncul, atau malah menyalahkan instansi terkait," ucap politisi Partai Golkar itu.

Karenanya, Rudi mengimbau warga menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, instansi terkait juga perlu tegas memberlakukan aturan larangan membuang sampah sembarangan. (M RIFQI/B-5)