BORNEONEWS, Palangka Raya - Diperkirakan sekitar 1.000 orang dari berbagai daerah seluruh Indonesia akan datang ke Kota Palangka Raya pada 1-3 Maret 2017. Kehadiran mereka untuk mengikuti acara Rakornas Kelitbangan Kemendagri yang akan digelar di Swissbel Danum Hotel, Palangka Raya.
"Momen Rakornas Kelitbangan nanti bakal meriah, karena juga akan diadakan pameran terkait pengembangan inovasi dan UKM dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng," ucap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Palangka Raya, Barit Rayanto kepada Borneonews.co.id, Rabu (25/1/2017).
Barit memastikan acara Rakornas Kelitbangan nanti langsung dibuka oleh Menteri Dalam Negeri. Untuk itu Barit mengharapkan semua kabupaten di Kalteng bisa berpartisipasi memeriahkan acara Rakornas Kelitbangan.
Barit menjelaskan ditunjuknya Palangka Raya sebagai tuan rumah Rakornas Kelitbangan merupakan hasil keputusan saat Rakornas di Kupang, NTT pada 2016.
Pertimbangan lainnya karena Palangka Raya merupakan daerah yang sudah memiliki badan kelitbangan yang berdiri sendiri di Kalteng, sedangkan di daerah lainnya masih menginduk kepada Bappeda. "Harapannya dengan adanya Rakornas nanti kabupaten bisa mencontoh dan segera membentuk badan kelitbangan sendiri," tuturnya. (ROKIM/B-6)
"Momen Rakornas Kelitbangan nanti bakal meriah, karena juga akan diadakan pameran terkait pengembangan inovasi dan UKM dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng," ucap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Palangka Raya, Barit Rayanto kepada Borneonews.co.id, Rabu (25/1/2017).
Barit memastikan acara Rakornas Kelitbangan nanti langsung dibuka oleh Menteri Dalam Negeri. Untuk itu Barit mengharapkan semua kabupaten di Kalteng bisa berpartisipasi memeriahkan acara Rakornas Kelitbangan.
Barit menjelaskan ditunjuknya Palangka Raya sebagai tuan rumah Rakornas Kelitbangan merupakan hasil keputusan saat Rakornas di Kupang, NTT pada 2016.
Pertimbangan lainnya karena Palangka Raya merupakan daerah yang sudah memiliki badan kelitbangan yang berdiri sendiri di Kalteng, sedangkan di daerah lainnya masih menginduk kepada Bappeda. "Harapannya dengan adanya Rakornas nanti kabupaten bisa mencontoh dan segera membentuk badan kelitbangan sendiri," tuturnya. (ROKIM/B-6)








