BORNEO NEWS, Kuala Kapuas - Ternyata pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Handel Palingit, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, belum maksimal.

Hal ini diakui Koordinatur Lapangan (Korlap) TPA Dinas Pekerjaan Umum Kapuas Markoni, Rabu (25/1/2017).

Markoni saat ditemui di TPA, mengharapkan agar Dinas Pekerjaan Umum khususnya Bidang Pertamanan dan Kebersihan, melakukan pembenahan, terutama dalam pengelolaan sampah.

Program pemerintah kabupaten perihal pengelolaan sampah, menurutnya, sudah berjalan dengan baik. Hanya masih belum terarah. Sehingga sampah belum bisa menghasilkan secara ekonomis dan memberdayakan masyarakat untuk terlibat dalam pengelolaannya.

“Sayangnya pengelolaan sampah belum terarah. Harapannya pimpinan bisa memperhatikan langkah-langkah untuk melakukan peningkatan,” sebut Markoni

Ia melanjutkan, dirinya menerima informasi bahwa TPA nantinya akan dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH). Terkait hal itu, Markoni yang sehari-hari berkecimpung dengan sampah di TPA, berharap ada upaya dari BLH untuk meningkatkan program yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Mengingat setiap tahun selalu terjadi kenaikan volume sampah. Sebagai gambaran, pada 2015 lalu, volume sampah yang masuk ke TPA hanya sekitar 65 kubik per hari. Sedangkan pada 2016 naik menjadi 70 kubik per hari.

“Tahun ini sudah mulai 80 kubik per hari. Sampah datang pagi lima kali dan sore dua kali. Peningkatan ini karena ada penyisiran dengan truk kecil dan Satgas Kebersihan, belum lagi ada warga yang membuang sampah langsung ke TPA,” pungkasnya. (DJIMMY NAPOLEON/B-3)