BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lamandau memastikan penempatan calon guru kontrak hasil rekrutmen , akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Namun juga ada pertimbangan untuk usulan dari sekolah atau yayasan.

"Selain mempertimbangkan kebutuhan sekolah, dalam penempatan guru kontrak nanti juga kita pertimbangkan banyak aspek. Antara lain pengajuan serta rekomendasi dari sekolah atau yayasan," kata Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamandau, Eby Iriansen, Rabu (25/1/2017).

Misalnya, sambung Eby, setelah diumumkan nama-nama yang lulus TKD beberapa waktu lalu, ternyata diketahui ada guru mata pelajaran tertentu yang sebelumnya mengabdi di sekolah atau yayasan tertentu masuk pada deretan nama calon guru kontrak yang dinyatakan lulus tes.

Di sisi lain, diketahui juga lembaga sekolah atau yayasan tempatnya mengabdi sebelumnya itu, memang mengajukan penambahan guru. Termasuk benar-benar membutuhkan guru bagi bidang studi yang semula diemban pelamar yang dinyatakan lulus. 

"Untuk hal-hal seperti itu tentu akan kita pertimbangkan. Agar si pelamar ditempatkan di sekolah semula, karena tujuan kita memenuhi kekurangan guru," katanya.

Nilai positifnya, terang dia lagi, calon guru tersebut pun tentu tidak harus beradaptasi ulang, dan akan memperlancar tugasnya mengajar. Tetapi tentu alasan penempatannya tidak mengada-ngada, melainkan karena rill kebutuhan, pengajuan dari sekolahnya ada, calon gurunya pun punya basic di bidangnya.

Selebihnya, Eby menyebut calon guru kontrak akan disebar di sejumlah daerah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, sehingga tidak heran jika nanti penempatan guru kontrak ini justru lebih banyak berada di desa-desa, mengingat kebutuhan guru di Lamandau saat ini didominasi sekolah yang berada di luar kota Nanga Bulik. (HENDI NURFALAH/B-11)