BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) harus bersiap menyambut angka usia produktif yang tinggi atau bonus demografi.
Saat ini, angkatan kerja telah melebihi 50% dari jumlah penduduk. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, kondisi ini akan berbalik menjadi bumerang.
"Daerah harus menyambutnya dengan peningkatan kualitas manusia agar lebih kompetitif," ujar Pejabat Bupati Kobar, Nurul Edy saat dihubungi Borneonews, Rabu (25/1/2017).
Menjaga agar bonus demografi ini tidak menjadi musibah, peningkatan kualitas manusia juga wajib dibarengi dengan pengendalian kuantitas penduduk dengan cara mengendalikan angka kelahiran. "Jika tidak dikendalikan, bonus demografi ini akan berbalik menjadi musibah," ujarnya.
Untuk menjaga bonus demografi, pihaknya menekankan agar program keluarga berencana (KB) kembali digalakkan. Dengan menekan angka kelahiran, diharapkan peningkatan kualitas manusia juga berjalan. "Jangan lupa, tingginya angkatan kerja juga membutuhkan peluang dan lapangan pekerjaan yang cukup," sebutnya.
Kondisi ini harus menjadi perhatian instansi terkait. "Harus tanggap dan lebih responsif lagi. Jangan sampai bonus demografi ini malah menjadikan angka pengangguran bagi usia produktif meningkat dan menimbulkan persoalan baru," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








