BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya belum menyelesaikan pembangunan Jalan Temanggung Tilung yang telah dimulai pada 2016. Masih ada jalan yang belum diaspal meski sudah dilakukan pengerasan. Namun, pengerasan dengan tanah kuning dan batu kerikil ini menyebabkan jalanan berdebu saat cuaca panas dan becek saat hujan.

"Becek dan berlubang begini, jalannya nggak enak. Mau lewat yang beraspal tapi jalannya sudah dibikin dua jalur jadi nggak enak mau nerobos jalur sebelah," keluh Ayu, siswa SMP yang tepat di depan sekolahnyalah jalan beraspal ini berakhir, Rabu (25/1/2017).

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya Harry Maihadi melalui Kepala Bidang Bina Marga, Eko Subandriyo mengatakan pihaknya akan melanjutkan pengerjaan proyek ini di tahun 2017 dengan anggaran dana senilai Rp2 miliar.

"PU sudah menganggaran untuk kelanjutannya tahun ini. Walupun sebenarnya anggaran Rp2 Miliar itu kurang, tapi apa boleh buat kita akan tetap lanjutkan pengerjaannya," ungkap Eko kepada borneonews.co.id.

Dikatakan, sewajarnya anggaran untuk pengaspalan saja tanpa pengerasan tanah dibandrol Rp1 miliar per kilo meter sementara sisa Jalan Temanggung Tilung yang belum diaspal tentu lebih dari 2 kilo meter.

"Memang sebagian yang belum diaspal ini tanahnya sidah dikeraskan, tapi ada juga yang mendekati RTA Milino itu malah belum dibersihkan sama sekali. Tapi nanti kita lihat apakah bisa ada penambahan dalam APBD perubahan atau rekanan sanggup mengerjakan dengan dana sekian," sebutnya.

Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan pelelangan paket pekerjaan karena adanya perubahan nama dinas yang juga berpengaruh pada sistem. "Kita harap sistem akan sudah menerima perubahan nama dinas kita selambat-lambatnya Maret ini supaya Jalan Temanggung Tilung bisa dilanjutkan pengerjaannya," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)