BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepastian mengenai siapa yang menjabat ketua baru dari hasil musyawarah cabang (Muscab) PPP tiga daerah di Kalimantan tengah (Kalteng) ada di tangan formatur. Tiga daerah itu adalah Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangka Raya.

"Sebab berdasarkan mekanisme AD/ART, pembentukan DPC PPP dilakukan melalui formatur yang dipilih melalui Muscab. Meskipun mereka telah menggelar Muscab bersama di Asrama Haji Palangka Raya Sabtu (21/01)," ungkap Ketua DPW PPP Kalteng, Awaludin Noor kepada Borneonews.co.id, Rabu (25/1/2017) petang.

Awaluddin akhirnya mengungkap kenapa Muscab dipercepat dan dilakukan besama tiga daerah. Kebijakan itu dia tempuh karena adanya kondisi khusus, dimana ada dua kabupaten yang tidak mampu menggelar Muscab yakni Katingan dan Gunung Mas.

Padahal ditargetkan, pembentukan DPC PPP se Kalteng paling lambat selesai 31 Desember 2016. Akhirnya, keeduanya pun kepengurusannya dibekukan oleh dewan pimpinan wilayah (DPW). "Targetnya kan akhir 2016, termasuk Katingan dan Gunung Mas yang kepengurusannya telah dibekukan dan dianggap tidak mampu melaksanakan Muscab," imbuhnya.

Sedangkan Palangka Raya sudah lama mengajukan, tapi mengingat kondisi Katingan dan Gunung Mas maka dirinya meminta untukdilaksanakan secara bersama. Dia juga mengakui ketiadaan kursi DPRD di Katingan dan Gunung Mas merupakan salah satu faktor kendala yang dihadapi PPP di dua kabupaten tersebut. (ROZIQIN/B-6)