BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dalam sepekan terakhir ini, intensitas turunnya hujan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, terutama di Kuala Pembuang cukup tinggi. Seringnya gerimis disusul guyuran hujan lebat, dinilai sangat berpotensi mengundang munculnya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Karena itu warga diminta mewaspadai kasus DBD.

"Adanya barang bekas atau sampah plastik tempat tertampungnya air hujan, dikhawatirkan menjadi wadah perkembangbiakan bibit nyamuk sumber penyakit DBD yang disebabkan melalui penularan gigitan nyamuk aedes aegyfti," kata Kepala Dinas Kesehatan Seruyan, di Kuala Pembuang, Mahdiniansyah, Kamis (26/1/2017).

Terkait itu, dinkes setempat mengimbau warga untuk mewaspadai penyebaran penyakit tersebut dengan memperhatikan kondisi kebersihan lingkungan sekitar.

"Kondisi lingkungan yang banyak terdapat genangan tampungan air hujan, sangat rawan sekali perkembangbiakan nyamuk, demam berdarah," ujarnya.

Salah satu antisipasi pencegahan penyakit DBD itu, lanjut dia, salah satunya dengan memperhatikan kebersihan rumah serta lingkungan tempat tinggal.

"Hujan yang sering turun, maka tempat atau wadah yang mudah tergenang air yang dibiarkan bisa menjadi tempat nyamuk untuk berkembang biak. Untuk itu, warga diminta bisa melakukan dan menerapkan pola pencegahan 3M, menguras, menutup dan mengubur bak-bak tempat penampungan air," pintanya.

Sebenarnya, sambung dia, untuk mencegah munculnya penyakit DBD ini sangat mudah. Polanya, hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal, serta selalu menerapkan pola hidup sehat. 

"Itu juga salah satu antisipasi pencegahan penyakit yang bisa kita lakukan. Saat ini masih belum ada laporan temuan kasus DBD," pungkasnya. (PARNEN)