BORNEONEWS, Sukamara – Kebiasaan masyarakat pedesaan melakukan persalinan ibu melahirkan dengan jasa dukun beranak membuat program bersalin gratis bagi masyarakat kurang mampu di Puskesmas Sukamara terhambat, karena masyarakat di pelosok banyak yang memilih melahirkan minta bantuan dukun ketimbang ke pusat kesehatan masyarakat.

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Darmadi, saat ini masyarakat di sejumlah desa belum terbiasanya meminta pertolongan persalinan dengan tenaga bidan kesehatan karena kebiasaan masyarakat pergi ke dukun beranak masih cukup kuat.

“Sehingga masyarakat yang datang bersalin gratis melalui Puskesmas masih kurang,” kata Darmadi, Kamis (26/1/2017).

Menurut dia, sejauh ini Puskesmas sudah berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan imbauan melalui sistem pelayanan yang saat ini sudah memadai, dengan harapan agar keluarga pasien tertarik melakukan persalinan di Puskesmas.

“Selain itu kita juga melakukan pendekatan kepada para dukun beranak. Mereka kita ajak bermitra agar saat membantu persalinan bisa memberi kabar kepada bidan di sini,” ujarnya.

Proses pendekatan melalui dukun beranak dinilai cukup efektif, di mana wilayah-wilayah yang dulu masyarakatnya masih takut pertolongan persalinan dengan jasa bidan sekarang sudah mulai terbiasa dengan pelayanan persalinan yang diberikan petugas kesehatan.

“Sekarang sudah mulai berjalan dengan baik, masyarakat merasa sudah puas dengan pelayanan persalinan yang dilakukan petugas kesehatan,” ucap Darmadi. (NORHASANAH/B-5)