BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya Akhmad Fordiansyah, menyebutkan bahwa penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya di tahun 2017 ini hanya senilai Rp2 Miliar. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2016 lalu, PDAM menerima dana Rp3 Miliar.
"Penyertaan modal ini berasal dari Pemerintah Pusat sehingga Pemerintah Daerah sebenarnya hanya memberi modal awal, kemudian akan diganti oleh Pemerintah Pusat. Air tanah di Palangka Raya ini masih bagus jadi konsumen itu kelihatannya kurang berminat berlangganan PDAM jadi dana Rp2 M ini kami rasa cukup," ungkap Fordiansyah kepada Borneonews, Kamis (26/1/2017).
Meski hanya menerima Rp2 Miliar, lanjut dia, sebenarnya PDAM bisa meminta lebih dengan seluas-luasnya kepada Pemerintah Pusat. "Namun PDAM menganggap dana ini bisa diterima dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," tambah Kaban PKAD ini.
Ia melanjutkan bahwa penyertaan modal PDAM ini pada awalnya berasal dari Pemerintah Australia yang dikucurkan sejak tahun 2009 hingga 2015 lalu dengan total dana sejumlah Rp8 miliar. Setelah itu, Departemen Keuangan mengambil alih di tahun 2016 dengan kucuran dana sebesar Rp3 miliar per tahun dan Rp2 juta per rumah. Sementara di tahun 2017 ini hanya mendapat dana Rp2 Miliar.
"Ini nanti diganti, kita keluarkan dana dulu di awal tahun kemudian pada Desember masuk lagi menjadi kas daerah. Dana Rp2 miliar untuk 2017 ini kita rasa cukup saja, keuntungan bagi Pemda hanya asetnya tapi masyarakat mendapatkan manfaat air bersih," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-8)








