BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Tridoyo Kartanegara mengaku optimistis mampu menjangkau 100 persen warga pada 2019. Meski ternyata di 2017 ini PDAM hanya mendapat penyertaan modal Rp2 miliar padahal sebelumnya Rp3 Miliar setiap tahun.

"Dasar hukumnya berakhir tahun ini dan hanya mendapat Rp2 M. Tapi tidak masalah, karena saat ini kita sudah menjangkau 50 persen dan optimistis 2019 selesai 100 persen," ungkap Tridoyo, Kamis (26/1/2017).

Sebenarnya PDAM ditawarkan seluas-luasnya untuk penyertaan modal. Namun dengan dana Rp2 miliar saja Tridoyo dapat memastikan PDAM mampu melaksanakan fungsinya dalam mensejahterkan masyarakat terkait air bersih.

"Jangkauan ini dalam artian peningkatan sambungan. Sekarang kita mampu capai 50 persen penduduk Palangka Raya karena masih ada masyarakat di kawasan terjauh misalnya Kecamatan Rakumpit yang belum terlayani," jelasnya.

PDAM juga tidak diperkenankan memungut dari masyarakat pengguna air bersih, malah memberikan subsidi bagi peningkatan sambungan demi mencapai ketersediaan air bersih di Kota Palangka Raya.

"Karena air tanah juga bagus asal ada pengawasan terkait kebersihan, silakan masyarakat tidak menggunakan air PDAM. Tapi untuk peningkatan sambungan ini real postnya Rp1 juta dan mendapat subsisdi oleh pemerintah sehingga masyarakat hanya membayar Rp750 ribu," sebutnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)