BORNEONEWS, Sampit - Setiap kali perayaan Imlek, ada salah satu momen yang paling ditunggu-tungu oleh anak-anak atau para remaja yang belum nikah. Di mana salah satunya adalah pembagian angpao.
Seperti yang dikatakan pemuka agama di Klenteng Harmoni Kehidupan, Xie Shi Suhendar S, Kamis (26/1/2017). Di mana berbagi angpao adalah salah satu kegiatan yang paling ditunggu oleh sejumlah warga Tionghoa, karena di sana mereka bisa berbagi satu sama lainnya.
“Saat Imlek memang banyak warga Tionghoa yang membagi angpao kepada anak-anak dan orang yang belum nikah. Itulah yang menjadi keitimewaan perayaan imlek dan momen yang ditunggu,” ujar Suhendar.
Saat tahun baru imlek, anak-anak akan bersujud dan menyampaikan ucapan selamat tahun baru kepada yang lebih tua. Saat itulah orang tua akan membagikan angpao yang telah disiapkan sebelumnya. Atau pada saat malam tahun baru ketika yang muda tidur, orang tua akan meletakan angpao itu secara diam-diam di bawah bantal mereka.
Hal tersebut dilakukan karena mereka ingin membagikan rezeki yang sudah didapat dalam satu tahun terakhir. Namun angpao tersebut bukan hanya diberikan kepada warga Tionghowa saja, tetapi ada juga yang memberikannya kepada sejumlah masyarakat yang dating ke tempat mereka.
Selain pembagian angpau, salah satu momen yang paling ditunggu dan ramai dilakukan oleh warga Tionghoa adalah Cap Go Meh.
“Biasanya yang paling ramai adalah saat Cap Go Meh yaitu 15 hari setelah Imlek,” ungkap Suhendar. (M HAMIM/B-5)








