BORNEONEWS, Sampit - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rihel menyatakan, pihaknya sudah sering merazia anak punk yang sering berkeliaran di Sampit. Namun rupanya itu belum membuat mereka berhenti membuat keresahan di kalangan masyarakat.

Pernyataan Rihel tersebut menanggapi keresahan warga dengan keberadaan anak punk yang berkeliaran di sekitar Taman Kota Sampit dan Gelanggang Olahraga (GOR) Sampit dan kerap mengganggu pedagang lantaran berisik dan aroma tubuhnya yang bau sehingga menjadi dikeluhkan.

"Sudah sering kami razia, bahkan sekitar sebulan lalu kami juga beroperasi. Namun tetap saja mereka ngeyel, kembali lagi beroperasi," kata Rihel, Kamis (26/1/2017).

Walaupun kenyataan di lapangan sangat susah untuk menghilangkan pengemis dan anak punk di daerah itu, namun Satpol PP tetap saja terus meningkatkan razia tersebut. Sehingga keluhan warga selama bisa hilang, tanpa ada pengemis dan anak punk tersebut.

"Kami akan terus melakukan razia, ini demi kenyamanan masyarakat," janji Rihel.

Menurut Rihel, keberadaan para pengemis dan anak punk itu seharusnya ditangani secara khusus, termasuk dengan keberadaan suatu lembaga yang peduli pada pemberdayaan mereka. Sejaun ini sebenarnya bagi mereka yang terjaring sudah diberi pembinaan. Namun mereka masih saja kembali beroperasi seperti mengemis dan melakukan tindakan yang mengganggu pedagang atau konsumen. (RIAN NAFARIN LUFFI/B-5)