BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain spam, ada lagi yang perlu diwaspadai pengguna internet yaitu malware. Itu adalah program atau software jahat yang biasanya menginfeksi komputer yang terhubung ke internet dan tidak disadari oleh penggunanya.
"Biasanya malware menginfeksi komputer pengguna memanfaatkan tautan download sofware gratisan yang banyak bertebaran di internet," jelasnya.
Ada ciri-ciri yang bisa dilihat pengguna bila komputernya terinfeksi malware.
"Saat kita membuka browser, yang tampil di halaman awal bukanlah halaman google atau halaman kosong. Tetapi pengguna langusng masuk ke situs tertentu yang mencurigakan," jelas Syarif Winata praktisi teknologi informasi yang berdomisili di Pangkalan Bun Jumat (27/1/2017).
Menurutnya jenis malware tersebut beragam. "Ada berupa virus, worm atau cacing, spyware dan trojan. Namun kesimpulannya program tersebut sengaja dibuat oleh seseorang untuk mengumpulkan data-data dari komputer milik pengguna internet secara massal. Tujuannya beragam. Salah satunya adalah mencari data-data penting seperti password dan nomor kartu kredit," jelas Syarif.
Untuk menghindari terinfeksi malware, tentunya pengguna internet harus waspada saat mendownload program atau aplikasi di internet dan kemudian menginstallnya.
"Bijaksana dalam memilih sofware dan situs yang menyediakan software atau aplikasi. Tanyakan kepada rekan yang lebih mengerti mengenai hal tersebut agar tidak mendownload aplikasi yang berisi malware," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, sebelum berselancar ke internet, sebaiknya lengkapi keamanan komputer anda dengan program anti malware.
"Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Tetapi bila sudah terlanjur terinfeksi malware, maka cara paling gampang untuk menghilangkannya secara total, biasanya dengan cara menginstal ulang komputer. Setelah itu kemudian anti malware diinstal dan dilakukan scaning," ujarnya. (WAHYU KRIDA/N).








