BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bangku panjang, salah satu sarana penunjang Taman Kota Pangkalan Bun, kawasan Bundaran Pancasila, yang diperuntukkan bagi masyarakat duduk bersantai, sudah ada dalam keadaan rusak. Selain bangku, jalan dalam taman yang belum dua bulan ini mulai dikunjungi masyarakat sudah terkelupas dan retak di sana-sini.

"Kami melihat beberapa fasilitas taman kota dirusak oleh para pengunjung dan mereka juga membuang sampah secara sembarangan," keluh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat, Fahrizal Fitri, Jumat (27/1/2017).

Menurut Fahrizal, taman kota, sarana perkotaan yang disediakan oleh pemda untuk masyarakat, merupakan fasilitas umum. Lokasi itu diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat berekreasi, bermain, berolah raga serta berinteraksi sesama anggota masyarakat. Karena itu, kata dia,seyogyanya semua pengunjung taman kota dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan tertib dan menjaga fasilitas yang ada, dengan tidak merusaknya.

Ia menegaskan, menyikapi hal itu pihak Dinas Lingkungan Hidup Kobar sudah membuat papan himbauan dan menyediakan tong sampah sekaligus dengan petugas kebersihan. Mengingat antusias atau animo masyarakat yang menggunakan taman tersebut begitu besar dan adanya ulah dari sebagian pengunjung yang merusak fasilitas taman, kami akan menyediakan petugas keamanan atau nanti bisa bekerjasama dengan Satpol PP.

" Kita akan siapkan tenaga keamanan mungkin nanti kita bisa Kerja sama dengan Satpol PP Kobar," tegas Fahrizal.

Dari pantauan Borneonews, selain kerusakan pada bangku juga terjadi kerusakan pada jalan di dalam area taman kota. Retakan dan terkelupasnya lapisan semen atas terlihat hampir di seluruh jalan dalam area taman kota. (KOKO SULISTYO/N).