BORNEONEWS, Sampit - Menjelang perayaan hari raya Tionghoa atau Imlek, yang jatuh pada Sabtu (28/1/2017) besok sejumlah bank di Kota Sampit menyiapkan penukaran uang pecahan kecil (UPK) sejak H-14 sebelum hari H.

Fasilitas itu disiapkan oleh pengelola bank agar warga Tionghoa atau masyarakat umum bisa membagi-bagikan uang kecil kepada sanak saudara di momen hari raya tersebut.

Adapun pecahan yang ditawarkan meliputi Rp 2.000-an, Rp 5.000-an, dan Rp 10 ribuan. Pihak bank juga menyediakan jasa penukaran uang baru pecahan besar kepada nasabah, pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Kepala Cabang BRI Sampit Tasurun menjelaskan, sejak awal Januari 2017 pihaknya sudah membuka loket penukaran uang receh.

"Meskipun tidak lebih banyak dari momen Lebaran dan Ramadan, cukup banyak warga yang menukarkan uang kecil ini. Makanya kami memasilitasi nasabah kami," katanya, Jumat (27/1/2017).

Lanjut Tasurun mengatakan, dalam penukaran uang kali ini, pihaknya menyiapkan uang baru Hasil Cetak Sempurna (HCS) baik emisi 2016 atau yang dikenal dengan uang NKRI serta tahun emisi sebelumnya. Dia memastikan, uang tahun emisi lama semuanya masih baru atau merupakan HCS.

"Karena uang NKRI masih terbatas, kemungkinan besar dalam proses penukaran akan lebih banyak uang emisi lama," pungkasnya. (RIAN NAFARIN LUFFI/B-5)