BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Dusun Baboti, Desa Babual Baboti, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengancam akan golput selamanya, jika Pemkab Kobar tidak memerhatikan nasib mereka yang sudah puluhan tahun hidup tanpa listrik.

Menurut Kepala Dusun Baboti, Icung, warga menilai semua jenis pemilihan di nilai tidak ada manfaatnya, sebab, setiap ada pemilihan maupun pergantian tahun anggaran, Baboti tetap menggunakan lampu pelita sebagai penerang di rumah mereka. Jika pun ada warga yang menggunakan jenset, jumlahnya tidak lebih dari 3 rumah.

"Kami sudah muak dengan janji-janji. Tetap saja kampung kami ini gelap tanpa listrik. Jika di tahun ini tidak ada perubahan juga. Kami warga Baboti tidak akan lagi ikut yang namanya Pemilu," tegas Icung, Jumat (27/1/2017).

Icung mengaku, dalam setiap pemilihan baik itu pileg maupun pemilukada, para timses maupun para calon yang datang selalu meumbar janji yang sama yakni akan ada listrik masuk ke desa mereka. Namun pada akhirnya, setelah mereka sudah nemilih, kata-kata "Jika" turut lenyap dan muncul kembali pada pemilihan yang selanjutnya.

"Seperti saat ini, kami juga dijanjikan listrik jika memilih salah satu paslon yang ada, "imbuhnya.

Icung mengungkapkan, ia dan sekitar 500 jiwa warga Baboti benar-benar mengharapkan belas kasih Pemkab Kobar memerhatikan nasib mereka. Warga Baboti merasa diasingkan oleh Pemkab Kobar karena tidak pernah diperhatikan tentan keberadaan Dusun Baboti.

"Apakah kami harus menjadi warga trans dulu baru bisa dapat bantuan. Listrik,air bersih tidak ada,infrastruktur hancur, lengkap sudah, "ujarnya. (M IWANUDIN/B-5)