BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan Sudarsono saat ini tengah gundah gulana. Penyebabnya, APBD Seruyan 2017 sudah jebol senilai Rp50 miliar lebih untuk pembayaran utang pelabuhan Segintung pada 18 Januari 2017 yang baru lewat.

Pembayaran utang itu mengakibatkan perencanaan program awal pembangunan di 2017 ini, kembali harus dirombak. "Saya tidak bisa berbicara apa-apa lagi di 2017 ini," tutur Sudarsono kepada sejumlah wartawan di Kuala Pembuang, Jumat (27/1/2017).

Perencanaan pembangunan terpaksa dirombak menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran kita yang masih ada. "Mudah-mudahan saja di perubahan anggaran nanti, ada anggaran yang bisa lebih longgar untuk kita melaksanakan program-program yang sebelumnya tertunda," ungkapnya.

Dari pembayaran utang pelabuhan tersebut, kata Sudarsono, sangat berpengaruh sekali dan pengaruh itu sangat signifikan. Ia mencontohkan, anggaran di dinas PU sebesar Rp109 miliar untuk program pembangunan di 2017. "Nah, itu kalau kita bandingkan untuk bayar Segintung, berarti sekitar 50 persen habis hanya untuk kesedot ke situ (pembayaran utang). Artinya, proyek strategis kita di Pekerjaan Umum itu, kalau diambil dari situ, yang sisanya cuma 50 persen-an saja," kata Sudarsono.

Padahal, tambah bupati, program utama pemerintah daerah kebanyakan berada di Dinas Pekerjaan Umum. Itu merupakan proyek-proyek program yang menyentuh langsung ke masyarakat. Baik itu pembangunan jalan, pariwisata dan lain-lain.

"Program di SKPD pun juga ada yang dipotong. Begitu pun juga, ada program lain yang dikhawatirkan tidak berjalan signifikan," pungkasnya. (PARNEN/B-2)