BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Dusun Baboti, dengan 33 KK menyatakan sikap ke Pemerintah Kotawaringin (Kobar) terkait nasib mereka ke depannya. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan mengajukan pindah jadi warga Kabupaten Sukamara.
Sebab, mereka merasa keberadaan Dusun Baboti seolah tidak dianggap keberadaanya. Jika pada 2017 masih juga tidak ada listrik masuk ke Dusun Baboti, maka warga sepakat mengajukan pindah ke Kabupaten Sukamara yang letaknya tidak jauh dari Dusun Baboti.
"Kami pindah jadi warga Sukamara saja jika keberadaan kami di sini tidak dianggap sama sekali oleh Pemkab Kobar, " ancam Isum, warga di sana, Jumat (27/1/2017).
Menurut Isum, alasan mereka merasa tidak diperhatikan lantaran selama puluhan tahun hidup dalam gelap gulita. Selain tidak ada listrik, Dusun Baboti juga tidak mempunyai air bersih. Akses masuk ke Baboti pun cukup sulit karena jalan yang sudah rusak.
Isum dan warga dusun merasa iri dengan desa-desa tetangga yang hampir setiap tahun mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Warga Baboti mengaku juga ingin merasakan hal yang sama dalam menerima bantuan pemerintah.
Oleh sebab itu, di 2017 ini diharapkan ada bentuk perhatian pemerintah terutama bantuan listrik.
"Bukannya kami membesar-besarkan masalah. Tapi pada kenyataannya memang seperti inilah yang dirasakan oleh warga Baboti, tanpa penerangan dan air bersih"kata Isum. (M IWANUDIN/B-5)








