BORNEONEWS, Muara Teweh – Terkait soal pembangunan RSUD Muara Teweh dan permasalahan antara wartawan dengan PT Jaya Konstruksi (Jakon) selaku kontraktor, DPRD Barito Utara (Barut) akan memanggil perusahaan ini dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat untuk dibahas.
Ketua komisi C DPRD Barut H Tajeri, masalah pembangunan RSUD Muara Teweh yang tidak dapat dipantau dan diliput wartawan merupakan hal yang tidak tepat.
Menurutnya, wartawan dan masyarakat dapat memantau dan mengawasi proses pembangunan pemerintah, karena pembangunan itu menggunakan uang rakyat.
“Kita akan mempertanyakan, kenapa proses pekerjaan tidak bisa dipantau masyarakat dalam hal ini wartawan yang menjadi media penyalur informasi kepada masyarakat,” kata Tajeri, Jumat (27/1/2017).
Selain itu, Tajeri juga akan mempertanyakan proses pembangunan RSUD Muara Teweh yang memakan dana yang Rp65 Miliar tersebut. “Sampai sejauh mana dan apakah selesai pada tahun 2017 ini, karena dalam penganggaran pembangunan multiyears ini harusnya telah selsesai pada tahun ini,” katanya. (RAMADHANI/B-5)








