BORNEONEWS, Sampit - Program Pemerintah Kotawaringin Timur (Kotim) mewujudkan 2017 sebagai tahun kunjungan wisata masih menghadapi sejumlah kendala. Seperti pencanangan Hutan Kota Sagonta yang belum didukung infrastruktur memadai. Salah satunya jembatan penghubung antara dermaga dan jalan darat yang baru terbangun sekitar 100 meter.
Camat Baamang Muhamad Yusransyah mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat menyelesaikan pembangunan jembatan itu untuk memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung ke Hutan Kota Sagonta.
"Jembatan tersebut pasti sangat bermanfaat dan efektif bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke hutan sagonta. Apalagi jembatan itu nantinya akan melewati tempat-tempat ekowisata di lokasi tersebut," ungkapnya, Jumat (21/1/2017).
Lanjut Yusransyah, jembatan penghubung antara dermaga di bibir sungai mentaya dan jalan darat di hutan sagonta kota Sampit tersebut, rencananya akan dibangun dengan panjang sekitar 1.500 meter yang menembus langsung ke jalan tjilik riwut. Namun, yang saat ini telah terbangun hanya sepanjang 100 meter
Dia menerangkan, bahwa Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tidak berada Di kecamatan baamang. Sehingga pihaknya hanya menunggu dan berharap dapat direalisasikan.
"Sesuai intruksi Bapak Bupati kotim Supian Hadi jika tahun 2017 kotawaringin timur sebagai tahun kunjungan wisata. Dengan selesainya jembatan tersebut, maka kami pihak kecamatan akan dapat gencar mempromosikan hutan sagonta Kota Sampit," tambahnya.
Ditambahkan Yusransyah, pihaknya juga telah bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pos sampit untuk membuat papan larangan berburu yang ditempatkan di sejumlah titik di Hutan Sagonta. Sehingga wisatawan yang berkunjung dapat mengetahui bahwa hutan sagonta kota yang memiliki berbagai flora dan fauna endemik tidak dijadikan tempat untuk berburu. (RIAN NAFARIN LUFFI/B-5)








