BORNEONEWS, Sampit - Polisi Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pengamanan ketat di sejumlah Kelenteng yang ada di Kota Sampit, Jumat (27/1/2017) malam, dalam perayaan Imlek 2568.
“Anggota Polres Kotim sudah kami tempatkan di setiap tempat yang menjadi perayaan tahun baru Imlek di Sampit ini,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kabag Ops Polres Kotim Kompol M Ali Akbar, Jumat (27/1/2017).
Pengamanan yang dilakukan kepolisian di tempat ibadah itu yakni dengan menerjunkan sekitar 28 personel, baik itu yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman. Bahkan sejumlah intel dan juga polwan turut hadir mengamankan jalannya prosesi ibadah yang dilakukan oleh warga Tionghoa tersebut.
Tidak hanya itu, personel TNI bersenjata lengkap juga diterjunkan dalam pengaman ibadah Imlek tersebut.
Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya tindakan-tindakan melanggar hukum dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, polisi juga menjaga agar tidak ada teror atau ancaman dari teroris. Hal ini disebabkan karena tidak menutup kemungkinan adanya serangan teror saat perayaan Imlek.
“Sudah kami kerahkan anggota di sejumlah tempat perayaan Imlek, sehingga saya yakin bisa berjalan aman,” ungkap Ali.
Sedangkan di Kota Sampit sendiri, ada tiga Vihara yang di jadikan warga Tionghoa untuk beribadah dan merayakan tahun baru Imlek. Baik itu dari poresesi sembahyang, maupun pegelaran barongsai.
Dari pantauan Borneonews sendiri, perayaan Imlek di daerah ini cukup hikmat. Puluhan warga Tionghoa berkumpul di Kelenteng yang ada di Sampit ini. (M HAMIM/B-5)
“Anggota Polres Kotim sudah kami tempatkan di setiap tempat yang menjadi perayaan tahun baru Imlek di Sampit ini,” ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kabag Ops Polres Kotim Kompol M Ali Akbar, Jumat (27/1/2017).
Pengamanan yang dilakukan kepolisian di tempat ibadah itu yakni dengan menerjunkan sekitar 28 personel, baik itu yang berpakaian dinas maupun berpakaian preman. Bahkan sejumlah intel dan juga polwan turut hadir mengamankan jalannya prosesi ibadah yang dilakukan oleh warga Tionghoa tersebut.
Tidak hanya itu, personel TNI bersenjata lengkap juga diterjunkan dalam pengaman ibadah Imlek tersebut.
Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya tindakan-tindakan melanggar hukum dari orang yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, polisi juga menjaga agar tidak ada teror atau ancaman dari teroris. Hal ini disebabkan karena tidak menutup kemungkinan adanya serangan teror saat perayaan Imlek.
“Sudah kami kerahkan anggota di sejumlah tempat perayaan Imlek, sehingga saya yakin bisa berjalan aman,” ungkap Ali.
Sedangkan di Kota Sampit sendiri, ada tiga Vihara yang di jadikan warga Tionghoa untuk beribadah dan merayakan tahun baru Imlek. Baik itu dari poresesi sembahyang, maupun pegelaran barongsai.
Dari pantauan Borneonews sendiri, perayaan Imlek di daerah ini cukup hikmat. Puluhan warga Tionghoa berkumpul di Kelenteng yang ada di Sampit ini. (M HAMIM/B-5)








