BORNEONEWS, Palangka Raya – Puluhan artis Pantomim akan menggelar Festival Internasional Mime Jalanan di ajang Car Free Day, Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (29/1/2017) pagi. Acara itu juga diikuti seniman besar pantomim Indonesia, Wanggi Hoediyanto Boediardjo.
Dalam pagelaran seni yang dimainkan dengan gerak dan ekspresi wajah bertajuk “The Body of Sound” itu, sedikitnya ada sekitar 40 seniman yang akan ikut. Para peserta datang dari berbagai golongan seperti mahasiswa dan anak sekolah.
Lusy Oklivtita dari Institut Tingang Borneo Teather, panitia acara acara itu mengatakan, pagelaran ini akan menjadi pertunjukan pantomim terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia. Sementara pesan yang ingin disampaikan yaitu tentang perdamaian.
“Melihat dan merespon situasi di Kalteng dan di dunia, pantomim bisa menjadi bahasa perdamaian yang universal karena tak lagi menggunakan kata-kata. Saatnya menyuarakan perdamaian,” jelas Lusy, Sabtu (28/1/2017).
Dia pun berharap antusiasme warga Kota Palangka Raya untuk hadir dan menyaksikan pertunjukan mereka. Rencananya, pertunjukan dengan menggunakan jalan sebagai panggung itu akan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB.
Dari sejumlah sumber dijelaskan, pantomim berasal dari bahasa latin pantomimus, yang artinya meniru segala sesuatu. Seni jenis ini adalah pertunjukan yang menggunakan isyarat, dalam bentuk mimik wajah atau gerak tubuh, sebagai dialog.
Jenis pertunjukan ini sudah dikenal sejak zaman Romawi Kuno dan sering digunakan dalam ritus keagamaan dengan cerita umumnya seputar mitologi Yunani. Pantomim kembali populer pada abad ke-16 dengan berkembangnya Commedia dell'arte di Italia yang membawa pantomim pada bentuknya yang sekarang yang mengutamakan pada lakon komedi. (RONI SAHALA/N)







