BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan asal Malaysia, Chin Teck Plantations Bhd, memperkirakan ada pertumbuhan pendapatan dari lahan sawit di Lampung.

Estimasi itu didasarkan pada tingginya harga minyak sawit mentah (CPO) saat ini dan mulai pulihnya produksi selepas serangan El Nino sejak 2015 lalu.

Executive Chairman Chin Teck Plantations, Goh Wei Lei, seperti dikutip The Malaysian Reserve akhir pekan ini, mengatakan tingginya harga CPO saat ini menjadi alasan utama atas asumsi kenaikan pendapatan perusahaan, karena dari sisi produksi belum sepenuhnya pulih dari dampak El Nino.

Goh juga mengatakan pihaknya belum berencana untuk melakukan ekspor dan akan lebih fokus pada pasar domestik.

Pada perdagangan Kamis (26/1/2017), futures minyak sawit untuk kontrak April, 1FCPOc3, di Bursa Malaysia Derivatives Exchange jatuh 1,2 persen menjadi 3.087 ringgit ($697,31) per ton.

Bursa komoditas Malaysia libur mulai sesi kedua perdagangan Jumat (27/1/2017) dan pada Senin (30/1/2017) untuk merayakan Tahun Baru Imlek. (NEDELYA RAMADHANI/m)