BORNEONEWS, Sampit - Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 di Sampit, Kotawaringin Timur, tahun 2017 ini, tergolong sepi, tidak seperti tahun lalu. Suasana yang menghiasi tahun baru orang Tionghoa ini, biasa-biasa saja. Hal ini membuat kalangan pengemis mengeluh saat beroperasi di sekitar vihara di wilayah Kota Sampit. Pasalnya, pada Imlek 2017 ini pendapatan mereka mengalami penurunan lumayan drastis.
Menurut keterangan seorang pengemis yang sedang beroperasi di hari perayaan Imlek 2017, sebut saja namanya Rita, hanya dapat mengumpulkan uang Rp50 ribu.
"Vihara dan klenteng tahun ini sepi, kalau tahun sebelumnya biasanya penuh mobil parkir, sekarang cuma 3 sampai 4 mobil saja yang ke kelenteng," ungkap Rita saat dibincangi Borneonews, di Sampit, Sabtu (28/1/2017).
Dia mengatakan, hal ini sangat beda jauh dengan tahun baru Imlek tahun lalu. Tahun lalu Rita dapat mengumpulkan uang hingga Rp400 ribu di perayaan Imlek. Hal sama juga dialami oleh para pengemis lain yang tengah beroperasi di sekitar Vihara di Sampit ini. Bahkan dari mereka ada yang menunggu sejak subuh hari.
"Sepi sekali mas, mungkin pada imlek keluar kota," imbuhnya. (RIAN NAFARIN LUFFI/N).








