BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dana sekitar Rp3 miliar yang dianggarkan tahun 2016 lalu, terpaksa kembali melebur untuk biaya pembangunan daerah di Kabupaten Seruyan.
Padahal dari pemerintah daerah setempat, dana itu sengaja dianggarkan untuk biaya pembebasan lahan yang akan dimanfaatkan sebagai pengganti lapangan sepak bola yang sekarang berada di Stadion Mini Lapangan Gagah Lurus Kuala Pembuang.
"Dana itu kemarin (2016) sudah ada kita anggarkan untuk lahan pengganti lapangan sepak bola yang ada. Namun kemarin ada rencana lahan pengganti yang berada di depan SMK Negeri 1 Kuala Pembuang, tapi status lahannya HPK (Hutan Produksi Konversi). Sehingga panitia kita tak berani melakukan pembebasan," kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Sabtu (28/1/2017).
Kenapa pemerintah daerah ingin mengalihkan lokasi lapangan sepak bola di Stadion Mini Gagah Lurus itu, lanjut bupati, karena lokasi itu rencananya akan disulap menjadi taman kota, sekaligus menjadi tempat hiburan bagi warga Kuala Pembuang khususnya.
"Lapangan yang ada itu sebenarnya mau kita jadikan taman kota. Namun lahan penggantinya merupakan kawasan HPK. Padahal kalau untuk pembuatan taman kota itu, satu kali saya anggarkan itu bisa dilaksanakan pembuatannya," ungkapnya. (PARNEN/B-2)








