BORNEONEWS, Sampit - Dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13), guru dituntut lebih kreatif dalam proses belajar mengajar. Termasuk mengajarkan pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, serta kewirausahaan. Dengan berbagai kelebihan dalam program K13 tersebut, memang guru dituntut lebih ekstra dalam mengajar. Tetapi hal tersebut disebutkan tidak menjadi masalah. Karena, setiap guru di masing-masing sekolah telah mendapat pelatihan tentang K13.
"Ada pelatihan K13 sebelum pelaksanaannya dilakukan di sekolah. Saya optimistis para guru tidak akan kesulitan mengaplikasikan program K13 di ruang kelas. Guru bukan satu-satunya obyek pembelajaran siswa, tapi siswa diberi kesempatan untuk menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber belajar seperti pemanfaatan internet di sekolah, jadi akan lebih efesien baik bagi guru maupun siswa," kata Kodarahim, Kepala SMAN 2 Sampit, Sabtu (28/1/2017).
Menurut Kodarahim, dengan menggunakan program K13, dirinya meyakini ke depan, sistem belajar mengajar di satuan pendidikan Kotim dapat menjadi lebih baik dan meningkatkan kualitas SDM para pelajar.
"K13 memberikan banyak kesempatan pada siswa untuk berpendapat sesuai dengan potensi yang ada dalam diri mereka, sehingga tentunya akan dapat membuat mereka lebih kritis dan tanggap terhadap pelajar maupun isu yang berkembang saat ini," ungkapnya. (RIAN NAFARIN LUFFI/N).








