Borneonews, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menginginkan PLN segera menyelesaikan pembangunan jaringan transmisi listrik di seluruh wilayah tersebut yang teritegrasi dengan sistem Barito dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Blok Bangkanai.
Hal tersebut sebagaimana diutarakan Pelaksana Tugas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalteng, Ermal Subhan, yang mengungkapkan hal itu kepada Asisten Manajer Bagian Jaringan PT PLN area Palangka Raya, Andi Seno Hendriatmoko, Sabtu (28/1/2017).
"Targetnya pada Desember 2017 nanti listrik dari PLTG Bangkanai bisa terintegrasi dengan sistem Barito. Tapi Pemprov berharap bisa lebih cepat karena bisa mendukung elektrivikasi di Kalteng, akan kita usahakan," ungkap Seno.
Berdasarkan data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalteng, pada Desember 2016, rasio elektrifikasi wilayah ini mencapai 75,9 persen. Adapun rasio desa berlistrik di Kalteng mencapai 82,6 persen.
Sebelumnya, Ermal Subhan menyatakan, untuk menambah rasio desa berlistrik, pemerintah provinsi melalui dana APBD membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sejumlah desa terpencil. Pada 2016 terdapat 2.072 unit PLTS yang telah dibangun dengan daya 15-20 Watt peak per unit.
"Pada 2017 ini PLTS juga akan dibangun di desa-desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Kapuas," ungkap Ermal.
Meski demikian, pihaknya belum bisa menentukan jumlahnya karena masih menunggu proposal dari kabupaten dan juga ketersediaan anggaran. (TESTI PRISCILLA/B-5)








