BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat kondisi jalan Pangkalan Bun-Kolam yang hancur laksana bubur menjadikan waktu tempuh masyarakat baik dari Kabupaten Sukamara ke Pangkalan Bun atau sebaliknya menjadi terhambat dan molor hingga 3 jam dari waktu tempuh normal.

Menurut Erma Amalia, salah seorang mahasiswi Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, warga Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, jarak tempuh Kotawaringin Lama - Pangkalan Bun yang hanya 42 kilometer dalam kondisi normal atau saat jalan kering hanya ditempuh dalam waktu dua jam, namun dengan kondisi jalan yang rusak parah perjalanan bisa molor hingga 4 jam lamanya.

"Tadi saya berangkat pukul 11.00 Wib dari Kolam dan tiba di Pangkalan Bun pukul 15.30 Wib, molor dua jam lah," beber Erma kepada Borneonews, Sabtu (28/1/2017).

Sementara itu, Herlianto Dau, warga Kelurahan Sidorejo, yang baru pulang bepergian dari Kabupaten Sukamara mengungkapkan hal senada menurutnya dengan kondisi jalan kering idealnya jarak tempuh Sukamara - Pangkalan Bun hanya 4 jam namun dengan kondisi jalan yang penuh kubangan lumpur dan licin bisa menjadi enam hingga tujuh jam.

"Bisa sampai tujuh jam, tapi tergantung kendaraannya kalau double gardan seperti Hilux atau Strada lancar jaya kok," ujar Herlianto.

Saat ini menurut Herlianto, kondisi jalan diperparah dibongkarnya manting-manting yang biasanya dipasang oleh warga dititik jalan yang rusak. Sehingga dengan tidak adanya papan tersebut pengendara tidak ada alternatif lain sehingga menerobos jalan rusak tersebut, bagi yang beruntung maka bisa lolos tapi kalau apes ban akan amblas ke dalam lumpur.

" Karena papan dilepas semua terpaksa kami melewati jalan bekas manting tersebut," ujar Herlianto. (KOKO SULISTYO/B-5)